Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan kreativitas siswa, SMP 2 menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dasar yang bertujuan untuk mengelola majalah dinding (mading) sekolah secara lebih profesional. Workshop ini mendatangkan praktisi media berpengalaman untuk mengajarkan teknik penulisan berita, wawancara, dan fotografi jurnalistik kepada pengurus mading baru. Peserta pelatihan sangat antusias mempelajari bagaimana mencari ide berita yang menarik di lingkungan sekolah dan cara menyajikannya dalam bentuk tulisan yang enak dibaca. Kegiatan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali mading sekolah sebagai pusat informasi dan kreativitas siswa yang edukatif.
Para siswa diajarkan dasar-dasar dasar penulisan berita dengan rumus 5W+1H, memastikan informasi yang disampaikan akurat, objektif, dan relevan bagi pembaca sekolah. Selain teknik menulis, peserta pelatihan juga belajar tentang tata letak (layout) mading agar terlihat menarik secara visual dan mudah dibaca oleh siswa lain saat jam istirahat. Praktisi media menekankan pentingnya etika jurnalistik, seperti tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) dan menghormati privasi narasumber di lingkungan sekolah. Pelatihan ini menjadi langkah nyata SMP 2 dalam membekali siswa dengan keterampilan komunikasi praktis yang berguna di masa depan.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, pelatihan ini juga bertujuan untuk membangun rasa percaya diri siswa dalam berekspresi melalui tulisan dan karya seni. Mading sekolah diharapkan dapat menjadi media bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, bakat, dan informasi kegiatan yang sedang berlangsung di sekolah. Guru pembimbing jurnalistik mendampingi siswa selama sesi latihan praktik, memberikan masukan konstruktif pada draf tulisan yang dibuat oleh para peserta. Proses ini membantu siswa meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir kritis terhadap fenomena yang terjadi di sekitar mereka setiap hari.
Setelah pelatihan untuk jurnalistik dasar ini, pengurus mading diharapkan mampu bekerja secara tim untuk memproduksi konten secara rutin dan berkualitas. Komitmen SMP 2 dalam mendukung kegiatan literasi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari orang tua siswa yang melihat dampak positifnya pada kemampuan menulis anak. Pelatihan ini juga mengajarkan disiplin waktu dalam memenuhi tenggat waktu (deadline) penerbitan mading agar informasi tetap aktual. Pengetahuan yang didapat akan menjadi fondasi kuat bagi siswa yang berminat mengembangkan karier di bidang komunikasi dan media massa.
Sebagai penutup, program mading sekolah ini diharapkan dapat menjadi ajang regenerasi bakat-bakat muda di bidang tulis-menulis di SMP 2. Dengan adanya mading yang aktif, suasana sekolah menjadi lebih dinamis dan terinformasi dengan baik mengenai berbagai kegiatan positif. Kreativitas siswa akan terus diasah melalui wadah ini, menciptakan generasi yang kritis, inovatif, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pelatihan ini adalah investasi berharga bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.