Di era digital yang serba cepat, keterampilan kewirausahaan tidak lagi terbatas pada bangku kuliah atau dunia profesional. Konsep “School-Preneurship” kini menjadi tren yang semakin populer, memberikan siswa kesempatan untuk belajar bisnis sejak usia dini. Program ini bukan hanya tentang menghasilkan uang, tetapi juga tentang menanamkan pola pikir inovatif, kreativitas, dan keterampilan praktis yang akan sangat berharga di masa depan. Dengan mengubah ide-ide sederhana menjadi proyek nyata, anak-anak diajarkan tentang tanggung jawab, manajemen, dan etika kerja.
Salah satu elemen kunci dari program School-Preneurship adalah mengubah teori menjadi praktik. Siswa tidak hanya membaca tentang penawaran dan permintaan di buku teks, tetapi mereka mengalaminya secara langsung. Sebagai contoh, sebuah sekolah di Bandung mengadakan acara “School Bazaar” setiap bulan pada hari Jumat. Siswa-siswi dari kelas 8 dan 9 berkolaborasi untuk merancang, memproduksi, dan menjual produk mereka sendiri, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan tangan. Pada acara yang diadakan pada hari Jumat, 20 Oktober 2024, sebuah tim berhasil menjual habis produk snack sehat yang mereka buat, setelah sebelumnya melakukan survei kecil-kecilan di kalangan teman-teman sekolah. Kegiatan ini merupakan cara yang sangat efektif untuk belajar bisnis dan memahami dinamika pasar secara langsung.
Lebih dari sekadar jualan, program ini juga mengajarkan tentang manajemen keuangan dan etika bisnis. Setiap tim harus membuat laporan keuangan sederhana, menghitung modal awal, biaya produksi, dan laba bersih. Hal ini melatih mereka untuk bertanggung jawab secara finansial. Sebuah sekolah di Surabaya bahkan memiliki program yang lebih terstruktur. Pada hari Rabu, 12 Maret 2025, tim proyek dari kelas 9 mempresentasikan proposal bisnis mereka di hadapan “investor” yang terdiri dari guru dan orang tua. Tim yang menjual t-shirt dengan desain yang mereka buat sendiri berhasil mendapatkan modal awal dan harus membuat laporan mingguan tentang kemajuan mereka. Pengalaman ini adalah simulasi nyata dari dunia bisnis, dan merupakan kesempatan berharga untuk belajar bisnis dari nol.
Aspek penting lainnya adalah kolaborasi dengan pihak luar sekolah. Dalam sebuah acara Business Showcase yang diadakan di sebuah pusat perbelanjaan lokal pada hari Sabtu, 28 September 2024, siswa memamerkan produk mereka kepada publik. Acara ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan pengusaha lokal yang datang sebagai mentor. Salah satu mentor, yang merupakan pensiunan aparat keamanan, memberikan nasihat tentang pentingnya integritas dan kepercayaan dalam berbisnis. Ia menekankan bahwa belajar bisnis yang sukses tidak hanya tentang profit, tetapi juga tentang membangun hubungan baik dengan pelanggan dan mitra. Ia pun mengatakan bahwa pengalaman ini akan sangat berguna bagi masa depan para siswa.
Pada akhirnya, program School-Preneurship adalah lebih dari sekadar pelajaran ekonomi; ini adalah wadah untuk belajar bisnis yang berkarakter, kreatif, dan inovatif. Dengan memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan ide dan mewujudkannya, kita mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang tangguh dan siap menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan.